NAMA : BUNGA LESTARI
JURUSAN : SISTEM INFORMASI S1
KELAS : EKSEKUTIF
1. Manajemen klasik dibagi menjadi
manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik, jelaskan dari
pembagian manajemen klasik tersebut
!
Jawaban :
Teori Manajemen Aliran Klasik terbagi menjadi dua,
yaitu teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
a. Teori Manajemen Ilmiah
Pelopornya adalah Frederick Winslow Taylor, Frank dan
Lilian Gilberth, dan Henry Laurance Grant serta Harrington Emerson. Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen
yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar 1900-an. Frederick
Winslow Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah
seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen
ilmiah (scientifick management).
Taylor menyusun sekumpulan prinsip yang merupakan inti
manajemen ilmiah. Prinsip-prinsip itu diringkas sebagai berikut :
·
Menghilangkan sistem
coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur
kegiatan.
·
Memilih pekerjaan
terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan
pendidikan kepada pekerja.
·
Setiap petugas harus
menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
·
Harus dijalin
kerjasama yang baik antara pimpinan dan pekerja.
Pendukung teori manajemen ilmiah yang lain adalah
Frank B. Gilbert (1878-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972) yang sukses
mengarahkan pada studi gerak dan waktu. Dia tertarik pada pengerjaan suatu
pekerjaan yang memperoleh efisiensi tertinggi sebagai ilmu yang menganalisis
tugas sampai pada gerak fisik dasar. Diharapkan agar gerak tidak
dihambur-hamburkan dan dihemat serta diharapkan lancar sehingga
produktifitas kerja meningkat.
Dalam konsep Gilbreth, gerakan dan kelelahan saling
berkaitan. Dengan kamera film ia berusaha mencari gerakan paling
menghemat untuk setiap pekerjaan, dengan demikian menaikkan prestasi dan
mengurangi kelelahan. Keduanya mengembangkan rencana promosi 3 tahap, yaitu :
1. Mengerjakan pekerjaan saat ini.
2. Mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi.
3. Melatih penggantinya dalam waktu yang bersamaan.
Menurut metode tersebut, seorang pekerja
akan bekerja seperti biasa, sambil menyiapkan promosi karir dan melatih calon
penggantinya. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana, pelajar yaitu
menyiapkan karir yang lebih tinggi, dan pengajar dalam arti mengajari calon
penggantinya.
Pelopor manajemen ilmiah selanjutnya ialah Henry
Laurance Gantt (1861-1919). Beliau merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri
sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia
dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu
:
·
Kerja sama yang saling
menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
·
Mengadakan seleksi ilmiah terhadap
tenaga kerja.
·
Pembayar upah pegawai dengan
menggunakan sistem bonus.
·
Penggunaan instruksi kerja yang
terperinci.
Harrington Emerson (1853-1931) terkenal dengan sebutan
efficiency engineering sebagai tipe konsultasi. Dia melihat penyakit
sistem industri adalah pemborosan. Dia yakin bahwa hancurnya pabrik bukan
disebabkan oleh tanah, pekerja dan modal, tetapi karena miskinnya ide-ide untuk
berkembang.
Oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12
prinsip-prinsip efisiensi, yaitu:
1.
Tujuan dirumuskan dengan jelas.
2.
Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3.
Dikerjakan oleh orang yang benar-benar
kompeten.
4.
Disiplin.
5.
Balas jasa yang adil.
6.
Laporan yang reliabel, mutakhir dan
valid.
7.
Pemberian perintah-perencanaan dan
urutan kerja.
8.
Adanya standar-standar dan skedul-skedul
metode dan waktu kegiatan.
9.
Kondisi yang memiliki standar.
10. Operasi
yang memiliki standar.
11. Instruksi-instruksi
praktis tertulis yang memiliki standar.
12. Balas
jasa efisien-rencana insentif (ganjaran akibat efisiensi).
Sumbangan
dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Teori
manajemen ilmiah memberikan beberapa sumbangan penting. Produksi masal
merupakan salah satu perwujudan teori manajemen ilmiah. Barang produksi dengan
cepat dan sebanyak-banyaknya seperti proses produksi lini perakitan. Proses
produksi semacam itu sangat efisien. Ide masalisasi seperti itu bahkan
mempengaruhi sektor lain, seperti jasa. “Rumah makan cepat” (fast food
restaurant) seperti McDonald mengikuti proses produksi lini perakitan.
Desain pekerjaan, pemilihan dan perkembangan karyawan secara ilmiah juga
merupakan hasil dari teori manajemen ilmiah. Manajemen ilmiah mendorong
pendekatan rasional untuk memecahkan masalah. Pendekatan semacam itu mendorong
pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mendorong pendekatan manajemen sebagai
ilmu. Pendekatan ini mendorong profesionalisme manajemen.
Teori
manajemen ilmiah mempunyai beberapa keterbatasan. Asumsi bahwa manusia
(pekerja) tidak selalu berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi dan fisiknya. Tujuan
produktivitas atau keuntungan cenderung mengarah pada ekploitasi pekerja. Ada
beberapa pendekatan yang cocok untuk waktu/tempat tertentu, tetapi tidak cocok
untuk waktu /tempat yang lain.
b.
Teori Organisasi Klasik
Konsep-konsep tentang organisasi telah berkembang
mulai tahun 1800-an, dan konsep-konsep ini sekarang dikenal sebagai teori
klasik (classical theory) atau kadang-kadang disebut juga teori
tradisional. Organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik
sebagai sangat tersentralisasi, dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Para
teoritisi klasik menekankan pentingnya “rantai perintah” dan penggunaan
disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi-organisasi agar
beroperasi lebih efisien. Teori klasik sendiri terbagi atas teori birokrasi dan
teori administrasi, bahkan ada pula yang menganggap teori Manajemen ilmiah juga
merupakan bagian dari teori organisasi klasik.
Teori organisasi klasik yang pertama ialah teori
birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya : The
Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula
berasal dari kata legal-rasional. Organisasi disebut rasional
dalam hal penetapan tujuan dan perencanaan organisasi untuk mencapai tujuan
tersebut. Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara kodratnya
adalah bentuk organisasi yang paling efisien.
Weber mengemukakan karakteristik birokrasi sebagai
berikut :
·
Pembagian kerja yang
jelas.
·
Hirarki wewenang yang
dirumuskan secara baik.
·
Program rasional dalam
pencapaian tujuan organisasi.
·
Sistem prosedur bagi
penanganan situasi kerja.
·
Sistem aturan yang
mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.
·
Hubungan-hubungan
antar pribadi yang bersifat “impersonal”.
Jadi, birokrasi adalah sebuah model organisasi
normatif, yang menekankan struktur dalam organisasi. Unsur-unsur birokrasi
masih banyak ditemukan di organisasi-organisasi modern yang lebih kompleks
daripada hubungan “face-to-face” yang sederhana.
Teori organisasi klasik yang kedua ialah teori
administrasi. Teori administrasi berkembang sejak tahun 1990. Teori
ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lynlali
Urwick dari Eropa, serta Mooney dan Reiley di Amerika.
Mooney dan Reilly menyebut Koordinasi sebagai faktor
terpenting dalam perencanaan organisasi maupun bangun teori yang mereka
kemukakan. Mereka menekankan tiga prinsip organisasi yang mereka teliti dan
temukan telah dijalankan dalam organisasi-organisasi pemerintahan, agama,
militer dan bisnis. Ketiga prinsip tersebut adalah : 1) Prinsip koordinasi(kerja
sama), 2) Prinsip skalar (pendelegasian wewenang dan
tanggungjawab), dan 3) Prinsip fungsional (pembagian kerja).
Tokoh selanjutnya ialah Henry Fayol
(1841-1925). Menurut Fayol (Robbins dan Coulter, 1999), manajemen adalah sebuah kegiatan umum dari semua usaha
manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah tangga.
Pada tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik
yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping
memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau
menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak
biru. Fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi
elemen-elemen manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pemberian
perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan. Pembagian kegiatan-kegiatan
administrasi atas fungsi-fungsi ini dikenal sebagai Fayol’s
Functionalism atau teori Fungsionalisme Fayol.
Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak
hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan metode
manajemen yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang
manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu
keterampilan yang dapat diajarkan dan dapat dipahami prinsip-prinsip pokok
serta teori umumnya sebagaimana yang telah dirumuskan. Fayol membagi kegiatan
dan operasi perusahaan ke dalam beberapa macam kegiatan :
1. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan
membuat barang-barang produksi.
2. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan cara mengadakan
pembelian bahan mentah dan menjual hasil produksi.
3. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal)
berusaha mendapatkan dan menggunakan modal.
4. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa
melindungi pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
5. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan
biaya, utang, keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.
Pada referensi lain ada yang menuliskan satu tambahan
kegiatan selain lima kegiatan diatas, yaitu kegiatan Manajerial (perencanaan,
pengorganisasian, pemberi perintah dan pengawasan).
Selanjutnya Fayol juga mengungkapkan ada 14 prinsip
manajemen yang merupakan kebenaran universal yang merupakan prinsip umum
manajemen, yaitu:
1. Pembagian Kerja – yaitu adanya spesialisasi akan
meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
2. Wewenang/ Otoritas – yaitu adanya hak untuk memberi
perintah dan dipatuhi.
3. Disiplin/ Tata Tertib – harus ada respek dan ketaatan
pada peranan-peranan dan tujuan organisasi.
4. Kesatuan Perintah/ Komando – bahwa setiap pekerja
hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu hanya dari seorang atasan.
5. Kesatuan Pengarahan – kegiatan operasional dalam
organisasi yang memiliki tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer
dengan penggunaan satu rencana.
6. Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah
kepentingan umum – kepentingan perseorangan harus diupayakan agar senantiasa di
bawah kepentingan organisasi. Artinya prioritas harus didahulukan untuk
kepentingan bersama daripada untuk kepentingan pribadi.
7. Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang
dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
8. Sentralisasi – adanya keseimbangan antara pendekatan
sentralisasi dengan desentralisasi.
9. Garis wewenang (scalar system)/ rantai skalar /
hirarki – adanya garis wewenang dan perintah yang jelas.
10. Order/ Kemantapan para karyawan dalam
pekerjaannya – sumber daya organisasi termasuk sumber daya manusianya,
harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Penempatan orang-orang harus sesuai
dengan pekerjaan yang akan dikerjakan.
11. Keadilan/ kesamaan – Perlakuan dalam organisasi harus
sama dan tanpa ada diskriminasi.
12. Stabilitas Staf dalam Organisasi – perlu adanya
kestabilan dalam menjalankan organisasi, tidak terlalu cepat ataupun terlalu
lambat.
13. Inisiatif – setiap pekerja harus diberi kesempatan
untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencanakan dan
menjalankan tugasnya secara kreatif walaupun memungkinkan terjadinya kesalahan.
14. Esprit de Corps (semangat
korps) – Prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah
kekuatan. Pelaksanaan operasional organisasi perlu memiliki kebanggaan,
kesetiaan, dan rasa memiliki dari para anggota yang tercermin pada semangat
korps/ kebersamaan.
Selanjutnya berdasarkan sumber referensi yang lain,
lebih rinci mengenai pengembang manajemen aliran klasik serta kontribusi yang
mereka berikan terhadap manajemen dapat dilihat pada tabel berikut ini:
|
No
|
Pengembang
|
Tahun
|
Kontribusi Terhadap Manajemen
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Robert Owen
Charles Babbage
Frederick Winslow Taylor
Henry Laurance Gantt
Frank B. Gilberth
&
Lilian M. Gilberth
|
1771 - 1858
1792 - 1871
1856 - 1915
1861 - 1919
1868 - 1942
1978 - 1972
|
a) Membangun perumahan bagi
pekerja.
b) Menyediakan kebutuhan
rumah tangga bagi pekerja.
c) Menetapkan mekanisme kerja
spesifik.
d) Penilaian harian terhadap
para pekerja secara terbuka.
Prinsip pembagian kerja sehingga setiap pekerjaan
harus dipecahkan dan setiap pekerja dididik dengan keterampilan spesifik
untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Penemu manajemen ilmiah dengan prinsip.
a) Pengembangan manajemen
ilmiah sebenarnya, misalnya metode terbaik untuk menyelesaikan setiap
pekerjaan.
b) Seleksi secara ilmiah terhadap
para pekerja sehingga pekerja diberi tugas dan tanggung jawab yang cocok.
c) Kerja sama yang bersahabat
antara pihak manajemen dan pekerja.
Meninggalkan sistem tarif upah dan diferensial dan
menggantinya dengan motifasi kerja :
1. Setiap pekerja yang
menyelesaikan pekerjaannya diberi bonus $ 50 Sen.
2. Mandor akan menerima bonus
apabila seluruh pekerjaan mencapai standar.
Penggambaran jadwal produksi dengan Gantt
Chart.
Studi gerak dan waktu meningkatkan semangat kerja.
Keduanya mengembangkan rencana 3 kedudukan, yaitu :
a. Mengerjakan pekerjaan saat
ini.
b. Mempersiapkan diri untuk
jabatan yang lebih tinggi.
c. Melatih penggantinya
dalam waktu yang bersamaan.
|
2. Jelaskan yang dimaksud dengan
aliran hubungan manusia/perilaku !
Jawaban :
Teori hubungan manusia (perilaku
organisasi atau neoklasik) adalah teori yang menggambarkan cara-cara bagaimana
manajer berhubungan dengan bawahannya. Aliran ini muncul karena manajer
mendapati bahwa pendekatan klasik tidak dapat dicapai dengan keserasian
sempurna.Aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi atau neoklasik) muncul
karena ketidak puasan atas teori-teori yang dikemukakan manajemen ilmiah dan
klasik atas efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih
menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu
mengikuti pola-pola perilaku yang rasional.
Kelebihan Manajemen Hubungan Manusiawi :
Perhatian pada keterampilan
manajemen manusia semakin ditingkatkan disamping keterampilan teknis manusia,
karena penekanan pada hubungan sosial.
Kelemahan Manajemen Hubungan Manusiawi :
Peningkatan kondisi kerja dan
peningkatan kepuasan kerja tidaklah menghasilkan kenaikan produktifitas
sedramatis yang diperkirakan. Peningkatan produktifitas dipengarahui oleh banyak
faktor antara lain
teknologi, efisien, semangat kerja, dan lain-lain
3. Carilah tokoh-tokoh dari perilaku
organinasi dan cantumkan teori yang dibuat oleh tokoh-tokoh tersebut !
Jawaban :
Perkembangan
aliran Perilaku Organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang
perilaku manusia dan sistem social. Tokoh-tokoh aliran Perilaku Organisasi
antara lain :
1.
Abraham
Maslow, yang mengemukakan adanya idquo, yaitu Ego dan Super Ego, dan Hirarki
Kebutuhan Manusia, dalama penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika
motivasi.
2.
Douglas
McGregor, yang terkenal karena mengemukakan teori X dan teori Y.
3.
Frederick
Herzberg, yang mengemukakan teori motivasi higienis dan teori dua factor.
4.
Robert
Blak dan Jane Mounton, yang membahas lima gaya kepemimpinan dan kisi-kisi
manajerial (managerial grid).
5.
Chris
Argyris, yang memandang organisasi sebagai sistem social atau sistem hubungan
antar budaya.
6.
Edgar
Schein, yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan
lain-lainnya.
4. Lingkungan organisasi dibagi
menjadi dua, jelaskan dari kedua lingkungan tersebut !
Jawaban :
Lingkungan dalam
organisasi terbagi atas dua macam yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan
internal
a. Faktor
Eksternal
Lingkungan eksternal
diketahui mempunyai peranan besar dalam mempengaruhi pengambilan keputusan
manajerial, proses dan struktur organisasi, maka lingkungan eksternal penting
untuk selalu dipantau dan dianalisis. Tetapi lingkungan eksternal secara
keseluruhan sangat sulit untuk dianalisis, karena lingkungan eksternal sangat
kompleks dan saling terkait satu sama lain.
Lingkungan eksternal
adalah institusi atau kekuatan luar yang potensial mempengaruhi kinerja
organisasi. Menurut Sopiah (2008 : 6) faktor lingkungan eksternal berpengaruh
besar terhadap kemajuan atau kegagala sebuah organisasi dalam upaya mencapai
tujuan. Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen, yakni berikut ini.
Lingkungan eksternal
terdiri dari atas unsur-unsur yang berada diluar organisasi, dimana unsur-unsur
ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manajer,
disamping itu juga akan mempengaruhi manajer di dalam pengambilan keputusan
yang akan dibuat. Lingkungan ekternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro
dan lingkungan makro. Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang
mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas
penyedia, para pesaing, langganan, lembaga perbankan dan bukan bank dan lain
sebagainya. Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh
tidak langsung, seperti kondisi ekonomi, perubahan teknologi, politik, social
dan lain sebagainya.
1.
Lingkungan eksternal mikro (khusus)
Lingkungan eksternal
mikro adalah unsur-unsur yang berpengaruh langsung terhadap organisasi, yang
terdiri dari pesaing (competitors), penyedia (suppliers), langganan
(customers), lembaga keuangan (financial institutions), pasar tenaga kerja
(labour supply) , dan perwakilan-perwakilan pemerintah.
·
Para Pesaing
Pemahaman
terhadap lingkungan persaingan yang dihadapi akan membantu organisasi
mengetahui posisi persaingannya sehingga organisasi mampu mengoptimalkan
operasionalnya sehingga organisasi dapat memahami arena, sifat persaingan serta
kekuatan dan kelemahan para pesaing.
·
Para Langganan
Situasi
pasar dan langganan sangat mempegaruhi perusahaan dalam menyusun strategi,
kebijaksanaan dan taktik pemasaran. Untuk mengarahkan kegiatan-kegiatan
pemasaran, perusahaan harus menganalisis profil langganan pada masa sekarang
dan masa yang akan datang serta kondisi pasar. Perusahaan akan dapat menjaga
kelangsungan hidupnya dan berkembang bila ia dapat memuaskan kebutuhan dan
keinginan pelanggan.
·
Pasar Tenaga Kerja
Tenaga
kerja merupakan mitra strategis perusahaan karena dengan memiliki tenaga kerja
yang trampil perusahaan dapat melaksanakan aktifitas perusahaan dengan efisien
dan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan perusahan lain. Oleh karena itu
perusahaan harus mampu merekrut dan mempertahankan tanaga kerja yang terampil.
·
Lembaga Keuangan
Untuk
memperluas usahanya perusahaan memerlikan adanya tambahan modal dari pihak lain
yaitu lembaga-lembaga keuangan seperti perbangkan, perusahaan investasi,
asuransi dan pasar modal.
·
Instansi Pemerintah
Kebijakakan
instansi pemerintah sangat berpengaruh terhadap aktifitas perusahaan dalam
banyak hal, seperti peraturan-peraturan, syarat-syarat berdirinya perusahaan,
perizinan, perpajakan, pemberian pinjaman dari bank-bank pemerintah dan
pembatasan-pembatasan terhadap perusahaan untuk melindungi masyarakat dan
lingkungan (Handoko, 2012).
2.
Lingkungan eksternal makro (umum)
Menurut Sukriah (2009),
lingkungan umum pada lingkungan organisasi merupakan kondisi eksternal yang
luas yang dapat mempengaruhi organisasi serta berpengaruh secara tidak langsung
terhadap kinerja organisasi.
Lingkungan eksternal
makro meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum,
sosial budaya, demografi, teknologi, dan kondisi global yang mungkin
mempengaruhi organisasi. Perubahan lingkungan umum biasanya tidak mempunyai
dampak sebesar perubahan lingkungan khusus, namun demikian manajer harus
memperhatikannya ketika merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan serta
mengendalikan aktivitas organisasi .
·
Kondisi ekonomi
Tingkat
inflasi, masalah pengangguran, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional, keadaan
neraca pembayaran, kondisi pasar saham serta fluktuasi kurs valuta asing dan
suku bunga, secara umum adalah beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi
praktik manajemen dalam aktivitas. Terdapat hubungan timbal balik antara
keadaan perekonomian dan aktivitas atau dunia usaha. Kestabilan dan pertumbuhan
ekonomi akan mendorong perkembangan dunia usaha, dan sebaliknya perkembangan
dunia usaha akan mewujudkan kestabilan dan pertumbuhan ekonomi.
·
Kondisi politik dan hukum
Terdapatnya
kestabilan politik dan kebijakan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan
suasana kondusif untuk mengembangkan aktivitas organisasi di berbagai bidang.
Pertimbangan hukum juga perlu diperhatikan perusahaan, antara lain adanya
peraturan pemerintah mengenai pembentukan dan pengawasan organisasi yang
membatasi kebijakan manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya
manusia.
·
Kondisi sosial budaya
Para
manajer perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya masyarakat khususnya
pola dan tren pasar yang dituju. Manajer perlu menyesuaikan strategi terutama
pemasarannya dengan kondisi nilai-nilai sosial, kebiasaan, dan selera konsumen.
Sebagai contoh saat ini tren nilai dan selera masyarakat perkotaan adalah
kembali ke alam sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasarannya,
misal dengan membuat produk yang alami tanpa bahan pengawet.
·
Kondisi demografi
Kondisi
demografi mencakup kebiasaan yang berlaku dalam karakteristik fisik dari
populasi, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis,
pendapatan, konsumsi keluarga. Perubahan pada karakteristik-karakteristik ini
dapat berpengaruh pada kebijakan manajemen perusahaan dalam merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin dan mengontrol organisasi nya.
·
Teknologi
Teknologi
merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau paling
cepat mengalami perubahan. Teknologi pun menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi keputusan manajer terutama dalam hal pengembangan produk. Sebagai
contoh, saat ini dinamika industry ponsel sedang berkembang pesat, kita selalu
mendapat informasi adanya tawaran produk ponsel dengan berbagai fitur dan
manfaat baru dalam waktu yang sangat cepat. Hal ini karena terkait dengan
perkembangan teknologi yang terjadi. Dahulu kita hanya mengenal ponsel
digunakan untuk menelepon saja, namun dalam waktu beberapa tahun belakangan ini
dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita sudah dapat menemukan
ponsel dengan tambahan fitur kamera, video kamera atau bahkan komputer.
·
Globalisasi
Globalisasi
adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi organisasi . Manajer dari
perusahaan besar maupun kecil yang ada di dalam negeri semakin ditantang dengan
meningkatnya jumlah pesaing sebagai dampak dari adanya pasar global yang
merupakan bagian dari lingkungan eksternal.
b. Lingkungan
Internal
Lingkungan internal adalah tempat manajer
bekerja yang mencakup budaya perusahaan, teknologi produksi, struktur
organisasi, dan fasilitas fisik. Lingkungan internal perusahaan merupakan
kekuatan-kekuatan yang ada dalam organisasi itu sendiri dan memiliki sifat yang
dapat dikontrol oleh manajemen. Lingkungan internal meliputi ;
pekerja/karyawan, dewan komisaris, dan pemegang saham. Penjelasannya adalah
sebagai berikut :
1. Pekerja/karyawan
Pekerja
merupakan orang-orang yang bekerja di dalam lingkungan suatu perusahaan atau
organisasi yang menginginkan imbalan berupa upah atau gaji, sementara manajer
menginginkan adanya kinerja yang tinggi.
2. Dewan
komisaris
Dewan
komisaris mewakili kepentingan para pemegang saham dimana dewan komisaris memantau
kegiatan dan mengawasi manajemen, serta memastikan kegiatan akan berjalan
mencapai tujuan. Kedudukannya adalah independen terhadap manajemen.
3. Pemegang
saham
Tanggung
jawab pemegang saham didasarkan pada seberapa besar saham mereka terhadap
perusahaan. Jika perusahaan memperoleh keuntungan maka mereka memperoleh
imbalan sebesar yang mereka sertakan
5. Carilah contoh yang berkaitan
dengan lingkungan internasional dan kegiatan bisnis !
Jawaban :
Terdapat
istilah-istilah yang kadang-kadang dihubungkan atau dipersepsikan sama dengan
bisnis internasional, padahal esensinya berbeda. Istilah-istilah yang dimaksud
sebagai berikut.
- Bisnis domestik adalah aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan
pada aktivitas bisnis dalam negeri. Suatu perusahaan yang berkecimpung
dalam pemasaran domestik mungkin melakukan hal ini secara sadar sebagai
strategi yang dipilih atau mungkin secara tidak sadar memfokuskan pada
pasar domestik dengan maksud menghindari tantangan belajar cara memasarkan
ke luar negeri.
- Bisnis internasional: bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan
bukan sekadar pemasaran ekspor, tetapi lebih jauh terlibat dalam
lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.
- Bisnis multinasional: dalam bisnis multinasional, organisasi pemasaran
internasional dimulai dengan memfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan
produk perusahaan. Perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan
dalam negara, menentukan peranan baru untuk hal itu sendiri, serta
melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang
unik dari pelanggan negara itu.
- Bisnis global/transnasional, yaitu bisnis yang memfokuskan pada pemanfaatan aset,
pengalaman, serta produk perusahaan secara global dan melakukan
penyesuaian pada apa yang benar-benar unik berbeda dalam setiap negara
(Rusdin, 2002).
Bisnis internasional sebagai sebuah disiplin adalah relatif
baru, tetapi bisnis internasional sebagai praktik bisnis merupakan sebuah
peristiwa yang telah berlangsung lama. Bahkan, sebelum Masehi,
pedagang-pedagang Venesia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk
menjual barang-barang mereka. Tahun 1600, British East India Company—sebuah
perusahaan dagang yang baru dibentuk—mendirikan cabang-cabang luar negeri di
Asia. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan Belanda yang dibentuk tahun 1590
membuka rute-rute perjalanan ke timur untuk membentuk Dute East India Company
dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia. Para pedagang kolonial Amerika
mulai beroperasi dengan model yang sama pada tahun 1700-an.
Contoh investasi langsung luar negeri Amerika yang pada
awalnya adalah perkebunan-perkebunan Inggris yang dibentuk oleh Colt Fire Arms
and Ford (karet vulkanisasi) yang didirikan sebelum perang saudara. Namun,
kedua operasi itu gagal hanya setelah beberapa tahun kemudian.
Perusahaan Amerika pertama yang
berhasil memasuki produksi luar negeri adalah pabrik yang didirikan di
Skotlandia oleh Singer Sewing Machine pada tahun 1868. Pada tahun 1880, Singer
telah menjadi organisasi dunia dengan penjualan luar biasa dan beberapa pabrik
pemanufakturan di luar negeri. Perusahaan-perusahaan lainnya segera menyusul
dan pada tahun 1914 paling sedikit 37 perusahaan Amerika memiliki fasilitas
produksi di dua atau tiga lokasi di luar negeri.
Di antara perusahaan-perusahaan yang telah didirikan di luar
negeri itu, salah satunya adalah National Cash Register and Burroughs dengan
pabrik manufaktur di Eropa; Parke–Davis dengan pabrik di dekat London tahun
1920; dan Ford Motor Company yang memiliki pabrik perakitan atau outlet distribusi
di 14 negara. General Motor and Chrysler segera menyusul sehingga pada tahun
1920-an ketiga perusahaan itu memiliki operasi-operasi di luar negeri yang
besar ukurannya. Menariknya dan cukup berlawanan dengan situasi dewasa ini,
pada tahun 1920-an semua mobil yang dijual di Jepang adalah buatan Amerika
Serikat oleh Ford dan General Motor. Mereka mengirimnya ke Jepang dalam bentuk
bongkar pasang (knocked-down) untuk dirakit di tempat. Investor lainnya
yang mula-mula menanamkan modal di luar negeri adalah General Electric yang
pada tahun 1919 memiliki pabrik-pabrik di Eropa, Amerika Latin, dan Asia.
Perusahaan-perusahaan Amerika lainnya yang terkenal di Eropa pada waktu itu
adalah Alcoa, American Tobaco, Armour, Coca-Cola, Eastman Kodak, Gillete,
Quartker Oats, Westerm Electric, dan Westinghouse.
Suatu hal yang menarik, perusahaan Amerika yang berpindah ke
luar negeri menyebabkan kekhawatiran di antara orang-orang Amerika, sama
seperti yang ditimbulkan oleh investasi Jepang di Amerika Serikat dewasa ini.
Seorang penulis mengemukakan bahwa inflasi berlanjut terus tanpa henti-hentinya
dan tanpa suara atau bayangan di dalam 500 industri sekaligus. Sejak dari sabun
cukur hingga motor-motor listrik dan dari wanita sampai telepon, Amerika
membabat habis bidang ini.
Meskipun perusahaan-perusahaan Amerika sampai sedemikian
jauh merupakan investor-investor asing terbesar, perusahaan-perusahaan Eropa
juga bergerak di luar negeri. Friedrich Bayer tertarik untuk membeli sebuah
pabrik di New York pada tahun 1865, dua tahun setelah mendirikan pabriknya di Jerman.
Kemudian, karena pajak impor yang tinggi di pasar-pasar luar negerinya, ia
bergerak maju untuk mendirikan pabrik-pabrik di Rusia (1876) dan Prancis
(1882). Bayer, yang sekarang merupakan salah satu di antara empat perusahaan
kimia terbesar di dunia dengan penjualan $32 miliar pada tahun 1996, memiliki
350 perusahaan yang beroperasi di 140 negara. Setelah kehilangan hak untuk
menggunakan nama Bayer di Amerika Utara sebagai bagian dari perbaikan Perang
Dunia (PD) I Jerman, perusahaan itu memperoleh kembali haknya pada tahun 1995
dengan membeli divisi obat-obatan over–the–counter dari Kodak yang telah
menjadi pabrik dan pemilik aspirin Bayer.